Elviandri

Pesona Aceh Jaya di Puncak Geurutee



Beberapa pulau terlihat teronggok di samudera. Deburan ombak yang saling berkejaran terlihat indah nian dipandang mata. Laut yang biru, memedarkan kemilau senja yang sedikit demi sedikit mulai tampak. Melengkung indah di kaki langit. Pemandangan itulah yang akan dirasakan ketika pertama kali sampai di Puncak Aceh Jaya, Geurutee.

Teriknya matahari, tak menghalangi perjalanan kami melintasi jalan raya Aceh di lintas barat Sumatera. Aspal yang mengkilat di jalanan, membuat kami harus beberapa kali berhenti sekedar untuk beristirahat. Rumah-rumah penduduk mulai jarang terlihat. Jalanan lurus yang sedari tadi terasa monoton berubah penuh liukan. Semakin lama, semakin tinggi. Panas yang tadi tak terkira kian berganti sejuk dengan angin sepoi-sepoi yang saling beradu tangkas.
Pepohonan hijau semakin tertata rapi di kanan jalan. Sementara sebelah kiri kami adalah tebing-tebing tinggi yang menghadap langsung ke Samudera Hindia. Kawanan monyet terlihat hilir mudik di jalan raya.
Saya kira kami telah tersesat di hutan belantara, namun ternyata tidak. Beberapa menit kemudian kami pun sampai di warung-warung bambu yang berjejer di pinggir tebing. Di sampingnya berbaris rapi motor-motor para wisatawan. Ternyata inilah yang kami cari. Puncak Geurutee. 
                                                                           ***
Kurang lebih satu setengah jam perjalanan kami lalui, dari Kota Banda Aceh dengan mengendarai sepeda motor. Saya bersama Kautsar teman sewaktu kuliah di IPB, warga Aceh asli yang menemani perjalanan kali ini. Kami melepas penat dengan bergabung bersama beberapa pengunjung lain di dalam warung. Dan seketika mata saya tak bisa berkedip.
Keindahan alam dari Puncak Geurutee ini benar-benar mempesona. Lelah yang sedari tadi menyapa seolah hilang begitu saja. Siapapun pasti akan terpikat akan panorama dari ketinggian ini. Pesona Aceh Jaya yang akan memukau setiap mata.
Untungnya kami, pengunjung tidak terlalu ramai karena datang di hari biasa. Jika akhir pekan menjelang, tempat ini akan sangat penuh dengan wisatawan dari berbagai penjuru kota, bahkan dari luar Aceh. Tak salah memang, kawasan ekowisata yang baru terkenal akhir-akhir ini mencuri perhatian banyak penikmat keindahan. Pemandangan laut lepas dari pinggir tebing terhampar jelas.
Beberapa pulau terlihat teronggok di samudera. Deburan ombak yang saling berkejaran terlihat indah nian dipandang mata. Laut yang biru, memedarkan kemilau senja yang sedikit demi sedikit mulai tampak. Melengkung indah di kaki langit. Perahu-perahu nelayan nampak bertebar dibawahnya. Menjaring ikan, berlayar mencari penghidupan.
Hamparan sawah dengan pohon tinggi menjulang di sisi kirinya, menjadi pembatas antara daratan dan lautan. Sebuah perpaduan yang pas di pandang mata.