Elviandri

Peradaban Islam di Hamparan Rawang



Hamparan Rawang merupakan salah satu Kecamatan di Kota Sungai Penuh. Disinilah tempat para alim ulama dahulu berkumpul dan memusyawarahkan suatu perkara. Sehingga peninggalan Islam cukup banyak ditemukan berupa masjid dan gong yang umumnya adadisetiap dusun di Rawang. Perjalanan menuju Hamparan Rawang dapat ditempuh dengan waktu 5 Menit dari Kota Sungai Penuh dan 5 Menit dari Desa Baru Sungai Tutung tempat saya menginap. Menikmati perjalanan santai ini bersama udara segar pagi hari Kerinci. Dari tempat saya menginap di Desa Sungai Tutung, pemandangan alam Kerinci terasa menyejukkan. Kiri dan kanan adalah hamparan padi yang menghijau, dikejauhan nampak puncak Gunung Kerinci tinggi menjulang sedang menyibak awan. Cantik sekali. Tujuan saya kali ini adalah Tanah Sabingkeh dan Masjid Raya Rawang.
Tanah Sabingkeh merupakan suatu kawasan adat yang terletak di tengah permukiman masyarakat yang terletak di Desa Maliki Air, Kecamatan Hamparan Rawang. Pusat dari Tanah Sabingkeh adalah sebuah lapangan yang disebut tanah mendapo. Area ini biasa digunakan warga sebagai tempat menjemur gabah. Saat ini, area juga sering dijadikan sebagai tempat bermain volly. Kondisi sekitar tanah sabingkeh telah banyak dimanfaatkan untuk kepentingan warga, salah satunya adalah pos ojek yang terletak persis di depan beduk larangan. Namun lapangan utama tetap tidak boleh mendirikan bangunan apapun.
 Tanah Sabingkeh dulu disebut juga sebagai Tanah Sebingkeh Payung Sekaki atau dalam bahasa daerah Rawang disebut Tanah Sabingkeh Payung Sekakai. Tanah Sabingkeh ini merupakan kedudukan depati IV Delapan Helai Kai Alam Kerinci yang memimpin kedepatian Hamparan Rawang (Jauhari dan Putra 2012). Dahulu, kedepatian ini biasa disebut kedepatian Hamparan Besar Tanah Rawang. Sebelum penjajahan Belanda, kedepatian merupakan merupakan bentuk pemerintahan tertinggi di Kerinci. Di area ini juga terdapat rumah adat depati dua nenek kampung dalam yang menjadi tempat dilakukan pertemuan alim ulama serta dilaksanakannya prosesi kenduri sko. Akan tetapi, rumah adat ini telah direnovasi sehingga menjadi tampak modern sedangkan kesan tradisionalnya sudah hilang.

Tidak jauh dari Tanah Sabingkeh, kita bisa menemukan Masjid Raya Rawang.
Komplek Masjid Raya Rawang terletak di Desa Maliki Air, Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh. Objek utama komplek ini adalah Masjid Raya Rawang yang memiliki arsitektur unik bergaya Eropa dan Persia. Disebelah masjid ini terdapat Madrasah Ibtidaiyah yang dibangun setelah pendirian masjid pada tahun 1357. Di bagian belakang juga terdapat pemakaman warga dan pemuka adat setempat. Akses menuju masjid ini cukup mudah, karena berada di pinggir jalan utama yang dibatasi dengan sungai Batang Merao di depannya.


Beberapa masyarakat di Masjid Raya Rawang

Kondisi masjid masih cukup bagus dan terawat, namun sudah beberapa kali mengalami pembongkaran pada bagian atap dan bangunan. Akan tetapi bahan bangunan masih tetap dipertahankan dan masih alami. Mesjid Raya Rawang ini menjadi identitas Kecamatan Hamparan Rawang. Masjid Raya Rawang berhadapan langsung dengan sungai air bungkal yang membelah rawang. Bangunan masjid memiliki 8 tiang utama sebagai lambang Depati IV delapan Helai Kain serta memiliki lengkung-lengkung yang dekoratif. Mimbar masjid dipenuhi dengan ornament ukiran yang bernilai estetika tinggi. Berkunjung ke Hamparan Rawang kita bisa merasakan aura yang sangat islami. Pada sore hari anak-anak kecil beriringan menuju tempat pengajian. Pun juga dengan suara surau-surau dan masjid yang melantunkan lagu islami dan lantunan ayat Al-qura’an.


Interior Masjid Raya Rawang