Elviandri

Wisata Hati : Pengajian Malam Jum'at


Waah sudah lama sekali tidak menulis lagi di blog ini. Penelitian membuat saya terlena, ah lebih tepatnya membuat saya terlalu terlena, hehe. Akan ada banyak cerita selama proses penelitian ini, nah tapi nampaknya hasrat untuk menulis tentang wisata hati jauh lebih kuat daripada wisata sejarah. :P
 
Malam ini akhirnya bisa ikut pengajian malam ke-dua selama di kampung halaman. Pengajian semacam ini sangat baik untuk mempererat ukhuwah antar penghuni desa. Dan saya pun teringat masa-masa kecil saya yang tiap malam nya dilalui dengan hal serupaa, ah rindu. Serindu-rindunya. Ketika masih SD, di TPQ tampat saya mengaji sering diadakan pengajian bergilir yasinan tiap malam jumat. dan tentunya ini adalah momen yang sangat indah yang tak bisa saya dapatkan di hari tua. 
Dan alhamdulillah malam ini bisa lagi mengaji agama, langsung dari ustadznya, nancap kena ke pointnya. Tanpa ada ember2 partai politik dan sebagainya. Alhamdulillah.

Materi malam ini tentang cinta hakiki kepada Allah. Terlihat ibu-ibu dan bapak-bapak yang hadir sangat antusias untuk belajar tajwid dan bertanya segala hal terkait shalat dan sebagainya, walaupun sebagai peserta termuda, hehe nampaknya saya cukup malu untuk berkata bahwa bapak dan ibu yang sudah cukup berumur ini mempunyai semangat belajar yang lebih giat dari pada kami anak-anak muda yang malah lebih bahagia berlama-lama online di depan laptop.
Ah, muhasabah. Maafkan ya Allah.

Hayoo yang masih muda, jangan mau kalah dengan bapak-bapak dan ibu-ibu kita yang masih sangat bersemangat untuk belajar, belajar dan belajar.

“Sesungguhnya aku telah meninggalkan di antara kalian sesuatu yang apabila kalian berpegang teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabulloh dan Sunnah NabiNya.” (HR. Hakim I/71, no. 319. Dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih at-Targhib wa at-Tarhib, no. 40, I/125.)