Elviandri

Kisah Tentang Kecewa

Hujan sedang menggelayuti langit Bogor. Mekar sekali. Bersatu dalam kelam.

Sudah pukul 22.00. Pertanda tak akan ada lagi langkah yang akan datang.

Lagi dan lagi. Hujan memang terkadang memaksa kita sedikit melow. Namun bukankah melankolis pertanda kita manusia?

Ingin sedikit, menulis, sedikit saja. Tentang sesuatu, yang mungkin engkau pun pernah mengalaminya.
Namanya adalah "Kecewa" sebuah rasa tentang aku, kamu dan kita.

Sudah 20 tahun usia kita, dan pastinya kita pun faham bahwa kecewa bukan hanya sekedar sebuah harapan kosong yang menjemukan. Bukan. Tapi tentang senandung ukhuwah yang sempat kita lantunkan. Dahulu. Sebentar saja. Dan seperti malam ini, malam ini,..

Terkadang, kita menjadi dewasa yang sedih. Terkadang kita menjadi dewasa yang riang. Dan terkadang semua menjadi satu ketika amal tak sejalan dengan niat. Ketika kita sadar dimata mereka kita bukan siapa-siapa. Sudah lah, kita memang bukan apa-apa.

Ah, mungkin aku yang cengeng.
Tapi yang kusadar, berharaplah pada Allah, bukan manusia. Bukan.

Al-jazaa' min jinsil'aamal.