Elviandri

Sawarna (Part 4) : Semoga kita berjumpa lagi



Matahari bersinar terang siang jum’at ini. Ah, semoga kutemukan ia kembali d Bogor nanti.

                                                  Perjalanan pulang melewati jembatan gantung
13.30
Setelah beres-beres, kami bergegas menuju jembatan gantung. Menunggu jemputan aa Djarot yang katanya akan datang menjemput jam 14.00. Dan kontraksi di perut mulai datang lagi, kali ini tujuan berikutnya adalah nasi Padang. Dan ternyata ini kali pertama rekor tidak menemukan RM Padang disini. Ada, tapi sedang tutup. Maka kita asumsikan saja tidak ada. Hehe












Akhirnya pilihan kami jatuh kepada warung sederhana sebelah parkiran dekat sungai. Saya pun memilih ikan (lagi) mumpung masih di pantai bersama orek dan nasi secukupnya. Cukup dengan 10.000 saja kok. Kenyang. Dan seperti biasa, sebelumnya kita akan diperebutkan abang-abang tukang ojek yang sibuk datang silih berganti. Dan cukup tebarkan senyum bahagia seraya berkata “Maaf a, sudah ada yang jemput”

14.30
Aa Djarot datang dengan kendaraan hijaunya. Bergegaslah kami mencari posisi masing-masing. Di dalamnya ada beberapa anak SMP yang memakai baju pramuka, duduk berbaris mesra. Sedang menikmati masa-masa muda mereka nampaknya. Dan semoga mereka menjadi salah satu harapan bangsa untuk memajukan Sawarna. Amin

14.40
Tak lebih dari sepuluh menit, kulihat berempat orang teman sudah tertidur lelap. Wah cepat sekali mereka tidur.ckck

Tak terasa perjalanan ini sudah akan berakhir. Ah, terlampau cepat rasanya. Masih banyak hal yang belum dikunjung bersama. Dan semoga ada kesempatan yang lebih lama suatu saat nanti.
Elf terus berlalu, melewati aspal nan tajam dan berliku. Kiri dan kanan nya adalah perbukitan yang sangat hijau. Benarlah kiranya kata banyak orang, bahwasanya untuk mencapai sesuatu yang indah itu memang tidak mudah, ibarat surga yang tersembunyi jauh sana. Butuh perjuangan untuk mencapainya.

16.35
Akhirnya kami sampai di terminal Pelabuhan Ratu yang masih sepi. Bergegas menuju MGI, dan (lagi) jangan pernah percaya pada kernek bus yang mengatakan kalau bus ke Bogor telah habis.
Matahari semakin meninggi, juga terlihat semakin cerah. Memedar indah di langit Sukabumi. Lalu berserak di riak gelombang Samudera Hindia. Di tempat sang ratu pernah berlabuh.

17.05
Perjalanan telah dimulai. Kutatap secuil kehidupan di balik kaca. Dalam. Entahlah sayapun mendadak menjadi melow. Mungkin berat untuk berpisah. Mungkin.

21.45
Sampai di sate Cianjur. Setelah melewati macet yang selalu menjelma menjelang senja. Telah selesai perjalann 2 hari singkat yang mengesankan. Ah, terasa seperti mimpi. Malam kemarin rasanya kami baru makan malam ikan bakar bersama. Dan malam ini sate ayam pun menjadi penutup yang indah. Seindah cerita kita, sebermakan perjalanan kita.

Terimakasih teruntuk rekan seperjalanan yang luar biasa, Aulia, Fiki, Hafizh dan Bagus. Semoga dilain kesempatan kita bisa berjumpa lagi. Selamat mahasiswa tingkat akhir, selamat bermanfaat.

"Dan selalu saja cinta tidak menyadari kedalamannya sebelum saat perpisahan itu tiba"
-Kahlil Gibran-