Elviandri

Menjadi putih #Kaleidoskop2013

Sebetulnya sedang ingin kembali menjadi putih. Saat semuanya berawal. Saat warna-warni itu belum hinggap. Saat kita sama-sama tak menyangka akan pernah diketemukan. Saat coret-coret hitam itu belum menghiasi hari-hari kita. Putih. Saat aku dan kamu tak pernah punya cita, asa, ataupun sekedar angan. Begitupun harap.
Daripada lelah mencari cara untuk kembali menjadi putih, jauh lebih bijak menutupinya dengan warna yang kamu mau. Apapun. Yang penting kamu suka. Begitupun aku. Maka kita sama-sama mensyukurinya. Saat langit memerah sendu di senja nanti.

-Qiyamuddin Rabbani-

Ah, romantisnya teman saya ini. Larik katanya sederhana namun padat bermakna. Saya temukan secara tidak sengaja ketika menemukan blognya. :D terimakasih bani.

Sejenak, aku pun duduk terdiam. Bukan untuk menggalau. Bukan. Sungguh bukan.
Tapi sejenak menghirup segar angin pagi ini.
Duduk sendiri menatap langit
Melihat gunung salak yang menjulang di kejauhan
Berarak mesra bersama sang awan

Ah, mungkin inilah waktunya. Mungkin inilah saatnya. Saat kembali menjadi putih. Putih yang benar-benar bersih. Setelah setahun lalu menjadi kelabu. Samar. Tak terlihat jelas arah tujuan

Kini. Mungkinlah saatnya menjadi putih. Putih seputihnya.