Elviandri

Mengapa Harus Keliling Dunia? #Part 2

Mengapa harus keliling dunia?
Sebuah pertanyaan sederhana yang mungkin tidak semua orang mampu menjawabnya.

Malam ini saya sedikit kecewa dan bahagia. Karena ternyata di abad 21 ini sudah ada senior yang lebih dahulu mencicipi indahnya 201 negara. Bahagia karena ternyata yang saya mimpikan ketika kecil dahulu ternyata memang ada manusia yang bisa mewujudkannya.
***
Untuk ukuran saya mahasiswa yang hidup dari beasiswa, kiranya itu memang hanya sebatas penggembira hidup saja. Ah, tapi bukankah hidup cuma sekali? dan waktu yang hanya sekali ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bukan?. Ah, tapi mungkin hanya mimpi, toh anak kampung yang tumbuh dan besar di lembah bukit barisan ini tetaplah anak kampung yang ternyata lebih kuat keinginannya untuk pulang ke kampung halaman daripada melanjutkan perjalanan pengembaraan dibulan januari seperti target hidup yang telah dituliskan. Tapi bukankah ini masa terakhir studimu? dimana tidak kurang dari satu tahun lagi kamu tidak akan menyandang lagi status ini. Lalu kamu akan bertemu langsung dengan dunia yang sebenarnya dimana realita mengatakan bahwa hidup tak sekedar boleh hanya mimpi. Dan ketika kamu sudah dihadapkan pada kenyataan bahwa kamu harus mencari uang untuk hidupmu juga untuk keluargamu.
Ah, tunggu-tunggu lebih tepatnya mungkin bukan aku yang mencari uang tapi biarlah uang yang mencariku. Ya itu, benar

(Dialog batin sebelum tidur)

Ah, ini dia orangnya. namanya Graham Hughes . Pria asal Liverpool berusi 33 tahun ini lah yang membuat malamku semakin berkecamuk. Dia telah berhasil menjelajah 201 negara selama 1.426 hari dengan langkah perjalanan 160.000 mil. Siapa yang tidak bangga? Dan lebih luarbiasanya lagi dia melakukan perjalanan mengelilingi dunia dengan menggunakan, kapal laut, kereta, bus dan tanpa pesawat terbang. Dia memang bukan seorang traveller muslim tapi nampaknya saya harus belajar banyak dari dia.

Silakan bagi yang mau melihat perjalanannya di 
 http://www.dailymail.co.uk/news/article-2239087/Graham-Hughes-British-man-person-visit-201-countries-WITHOUT-using-plane.html

Melakukan sebuah perjalanan mengajarkan kamu tentang bagaimana menata hidup yang lebih baik, menjadikan kamu ahli perencanaan hidup juga analisis dampak bahaya hidup yang suatu waktu bisa saja membayangi mu. Dan yang lebih baik dari itu, membayangkan keliling dunia membuatmu merasa lebih hidup. Setidaknya engkau mempunyai apa tujuan selama engkau dilahirkan ke atas dunia ini. Ah, jika pun nanti aku mati lantas tak bisa keliling dunia, setidaknya aku sudah pernah memimpikannya toh? karena itulah hidupku berwarna.