Elviandri

Aku, kita dan Cinta.

Baiklah, sejenak mari  lupakan semua tentang perjalanan. Mari lupakan semua tentang mimpi. Lupakan.
***

Kita masuk keruang rindu. Ruang yang membuatmu tak mampu tidur nyenyak dan bermimpi indah.Tak lagi satu malam. Mungkin juga bermalam-malam . Terbangun, lantas tersedu.
Ah sudahlah. sudah

Rindu kala waktu itu. Ketika kita beriringan saling membantu.  Pada suatu masa dimana setiap hari-hari saat kita masih satu tujuan yang sama. Pada satu atap yang sama. Pada cerita di siang menyala ketika pulang kerumah, pada tawa yang menganga di setiap jeda cerita. 
Sudah berapa tahun lamanya? 
Aku lupa menghitungnya. Masih engkau mengingatnya? 
maka bagaimanalah aku bisa mengabaikan mu? walau kini jauh dipisahkan mil yang merampas. 
Membekukan harapan dari genggamanku. Itu ! itu subuh merindu yang kurindu.

Ah, nampaknya kita perlu bicara. Duduk berdua, berbagi cerita. Agar kau dan aku tak ada lagi sandiwara.
Agar kau dan aku mampu mengeja kembali makna sebuah kata bernama cinta.
Kata yang dahulu kita ucapkan bersama.
cinta karenaNya.