Elviandri

Tentang Paris, Tentang Desember

Hai kawan, sudah seberapa matangkah engkau merencanakan masa depanmu?
bukankalah hidup tanpa perencanaan yang matang akan berasa hampa?
kau bisa saja menjadi air disungai-sungai kecil itu. Yang hanya mengalir mengikuti aliran hendak bermuara. Engkau bisa saja sampai menuju lautan lepas. Bebas. Tapi engkaupun bisa saja akan berhenti di satu titik lalu tenggelam bersama tanah bukan?
Mungkin seperti itulah hidup. Penuh kemungkinan, penuh tantangan.
Dan hidupmu akan terasa lebih bergairah jika kau wujudkan dalam sebuah tujuan yang jelas. Kamu hendak bermuara kemana? dan akan melewati apa saja?

Seperti sungai-sungai di "sunge sumpah" mengalir dari ketinggian bukit barisan, melewati batu terjal lembah Kerinci lalu, lalu berpencar beranak pinak. Menyebar. Ada yang akhirnya terdampar menjadi air didalam sumur, ada yang sampai hingga ke pematang sawah, ada yang hanya menjadi genangan air becek di jalanan basah. Namun ada juga yang sampai ke "aikamanteuh" terus mengalir hingga sampai bermuara di Danau Kerinci.  Merebak keindahan, memamerkan keelokan. Memberi penghidupan, menebar kebermanfaatan.

Jadi tidak salah dengan hidupmu. yang salah adalah tentang tujuan dan rencana-rencana ingin seperti apa dirimu?

Berbicara tentang rencana, aku pun sudah berencana akan mengunjungi 6 kota di 3 bulan akhir tahun 2013 ini. yang ketiga rencana ini telah kutulis matang di 12 desember 2012 tahun lalu.

Oktober lalu, tinggal selangkah lagi akan menuju kota Paris, Kota cinta dengan sejuta romansa. Musim gugur dengan dahan keperakan nya telah menghantui malam ku. Akan  tetapi langkah berkata lain. Dan mimpiku hanya bisa kutitipkan ke dua orang teman yang sewaktu ini telah melihat si patung kering dari baja Eifeeeel.

Ah berbicara tentang mimpi. Maka Paris adalah salah satu tujuan dermaga hidup yang semoga saja tahun depan bisa benar akan menjejakkan langkah di kota ini.

Kini Desember datang kembali. Bahkan sebentar lagi akan berakhir. dan tentunya saatnyaa evaluasi diri, saatnya bermuhasabah besar. Instropeksi diri paling besar.Jika sebelumnya evaluasi mingguan dengan hanya mencatat apa yang gagal dan apa yang berhasil. Tapi kali ini aku ingin sesuatu yang berbeda, yang lebih bermakna.

Paris. Ah ! cinta ku yang jauh disana. akan tak akan mengejar Aling, bukan.
 
Bukan tentang sebuah prestasi. Bukan tentang sebuah pencapaian atau untuk memamerkan diri. Tapi tentang hidup, tentang proses yang dicari hingga nanti hatimu tak akan gundah memilih
"Kemana aku akan berlabuh"


-Hujan Desember, setelah edensor-