Elviandri

Ekspedisi goa siluman-Mengejar Pangrango # Part 2

Akhirnya bisa melanjutkan tulisan perjalanan ini yang sempat tertunda..

10.00
 Kami mengabadikan momen setelah perjalanan yang cukup indah ini di depa stasiun Sukabumi. Kota terdekat dari Bogor yang akhirnta baru kali ini bisa terjejaki.


10.22 kami menaiki angkot berwarna hitam untuk menuju terminal gubeng #kalau tidak salah. Terminal yang ternyata cukup ramai dibanding bubulak. Setekag bertanya pada pak polisi dan warga sekitar, akhirnya diputuskan untuk menaiku angkot berwana putih tujuan ke goa siluman. Padat merayap. Ibu-ibu dan bapak yang baru pulang dari pasar dengan bawaan yang cukup banyak memenuhi angkot yang sempit ini.

11.00
Perjalanan ternyata memakan waktu hingga 45 menit. Cukup jauh memang. Jalan berkelok, tajam dan semakin menanjak memberikan sensasi tersendiri . apalagi dengan kaki terjepit yang sangat susah untuk digerakkan. Fadhil dan soka tampak sudah terlelap bersama deru mesin ini. Pun juga 

11.28
Sebelum melihat goa siluman yang katanya menyimpan misteri ini kami pun menyempatkan diri untuk mengasah feel of the land seraya menyantap mie rebus yang terasa nikmat sekali.
Dibawah pohon rindang, hijau royo-royo bersama terpaan halus angin dan kicauan burung yang ahh, syahdu sekali.Betapa nikmat Allah itu luar biasa taranya.

12.00
Setelah istirahat sejenak, kami bergegas mencari informasi ke dalam kawasan goa, yang ternyat harsu berjalan cukup lama. Sekitar 20 menit atau sama dengan berjalan kaki dari bara hingga menuju al-hurr di IPB. Cukup sempoyongan.Kami bertemu dengan salah seorang penjaga yang juga betugas menjadi guide. Mengantarkan kami melihat mulut goa dan bertanya, tentang seputar sejarah serta akomadai disini.Rencana awal hendak memasuki goa, namun karena tiket kereta jam 3 maka kami tak punya waktu banyak.

14.00
Kami pun menyegerakan untuk plang. Dan ternyata transportasi menjadi suatu hal yang mahal disini. Beberapa kali menerapkan teori backpacker dengan berdiri smabil mengajungkan jempol di pinggir jalan. Tetapi tak ada satu mobil pengangkut yang bersedia berhenti.
Hingga akhirnya datanglah sang penyelamat. Kesatria putih hehe

15.00
Perjalanan yang lama. Panas. Berkelok tajam. Curam.Hingga akhirnya sampai kembali di kota sukabumi. Dan disiinilah untuk pertama kalinya kami mengejar kereta yang akan berangkat. Pertama seumur hidup. Persis seperti di sinetron. Berlari menyusuri rel kereta untuk segera menaikinya. Kesalahan hari ini tidak memperhitungkan waktu dengan matang. Dna ternyata kereta datang lebih awal.

Mengejar pangrango. Indah. Mengesankan.
Terimakasih Rani, soka, ilham , fadhil untuk trip singkat hari ini.
-Pangrango, sukabumi-