Elviandri

Ekspedisi Goa Siluman, Buni Ayu Sukabumi #Part 1



Selamat pagi. Semoga yang membaca cerita perjalanan saya ini dalam keadaan sehat walafiat. Amin.

Kali ini, saya ingin sedikit bercerita tentang pengalaman mengunjungi Sukabumi dengan KA Pangrango . Sebuah perjalanan singkat yang memiliki cerita tersendiri. Ini adalah perjalanan ke tiga secara berturut-turut saya mengunjungi Sukabumi di Bulan November-Desember. Selain untuk refreshing,rangkaian perjalanan ini juga untuk survei dan mencari inspirasi-inspirasi untuk tulisan. Karena sudah terlampau jenuh dan muak dengan segala tugas “mahasiswa semester akhir” yang waw sekali. :D

Kali ini, perjalanan saya tidak sendiri, namun bersama rekan seperjuangan dari KOALA. You know KOALA? Sebuah perkumpulan mahasiswa yang mencintai keindahan alam dan kebebasan. Untuk lebih lengkapnya coba cari tahu sendiri ya..

Perkenalkan Ada Ketua KOALA  Ilham dari Prabumulih Sumatera Selatan, Serta sang pujaan Rani dari Jakarta. Fadhil sebagai ketua divisi Anak Kota dari Riau serta sang manager yang mengurusi segala keperluan perjalanan ini yaitu Soka. Dan yang tak kalah pentingnya, ada seorang makhluk dari Kerinci bernama Yoni .
                                                                           Fadhil
                                                                              Rani
                                                                                Ilham
                                                                              Soka
                                                                                      Its me
***
6.00
 Sesuai perjanjian, meeting point kali ini adalah di BNI. Tempat dimana biasanya anak-anak IPB untuk bertemu. Dan saya sudah siap siaga dengan datang paling pertama dan ternyata perjalanan baru dimulai pukul 6.30 harus menunggu fadhil yang ternyata belum datang jua

Untungnya kami tidak sampai terlambat di stasiun Bogor Paledang yang baru dibangun. Penumpang cukup padat. Dan topik pembicaraan sudah mengarah kepada daya dukung kesesuaian yang nampaknya tidak terlalu banyak diperhitungkan. Kami berspekulasi dengan pikiran masing-masing tentang apa yang akan terjadi dengan kelanjutan stasiun ini berikutnya. Karena jika jalur transportasi yang semakin baik ini namun tidak diimbangi dengan kapasitas daya dukung optimal maka bisa kita lihat nanti apa yang akan terjadi. Hmm, disinilah mungkin peran mahasiswa lanskap sangat dibutuhkan !
Singkat cerita..

Duduk lah kami dalam mesin berjalan ini. Namun ternyata ada satu yang kurang, yaitu Kukuh.Dia tidak jadi ikut karena ada suatu acara, sehigga satu kursi pun kosong. Perjalanan menuju Sukabumi ini menyuguhkan hamparan lanskap yang sangat indah. Terlihat sungai Cisadane masih dengan keanggunannya mengalir syahdu di sekitar pemukiman penduduk yang cukup padat ini. Belum lagi hamparan sawah yang menghijau, petani yang sedang mengolah sawah nya serta anak-anak kecil yang sedang bermain riang menyusuri rel kereta. Gunung Halimun Salak dan Gede Pangrango pun tak ingin kalah pamor untuk berdiri gagah di sisi kiri dan kanan jalan. Semilir angin pagi menyatu bersama dahan yang menari riang. Indah sekali. Terimakasih Allah atas nikmatmu yang luar biasa tiada tara ini.

9.46
Sampailah kami di Stasiun Sukabumi. Tak lupa kami mengabadikan momen pertama kali bersama si Pangrango. Lalu bergegas mencari rute menuju Terminal Jubleg. Salah satu kelebihan Sukabumi adalah warna angkotnya yang sangat memanjakan mata, ada berbagai macam warna. salah satunya adalah warna pink yang unyu-unyu.



                                                           Salah satu angkot di Sukabumi


#Bersambung