Elviandri

Kemah Menjadi Indonesia 2013 # Part 2 TENTANG MEREKA


Sebelum memulai cerita pengalaman selama dua minggu selama masa karantina (ala Indonesian Idol hehe)  aku akan bercerita dan mengenalkan lebih banyak tentang orang-orang yang aku temui disini. Para pemuda pelopor harapan bangsa yang semoga Allah mempertemukan kami kembali. :D

Pertama, tentang team perjalanan penuh kenangan Jakarta-Bogor. Berangkat paling awal, ternyata berhasil hadir di WTS paling akhir, karena macet Bogor yang lupa diperhitungkan. :D tapi sungguh, perjalanan ini membawa banyak kenangan dan pelajaran berharga.Sebut saja Rikang, Asep dan Fajar. Entah bagaimana ceritanya sehingga kami bisa satu team hehe. Yang jelas, menurutku mereka itu sama. Sama-sama pendiam, sehingga dalam perjalanan aku harus lebih banyak berbicara, padahal awalnya niatku hendak menjadi peserta yang kalem saja. haha Fajar patut diacungi jempol dalam hal fotografi, hasil bidikannya sangat bagus, walau ternyata setelah diperiksa, yang paling banyak ditemukan adalah fotonya Hala #Ups. Asep lebih selow, yang penting ada rokok,semua aman, hehe betul kah? Lain lagi cerita dengan Rikang, kesan pertama tentang rikang itu santai, namun setelah satu minggu di WTS, terungkaplah bahwasanya diantara semua peserta menurutku yang paling dewasa pemikiran adalah beliau ini hehe #StandingApplause untuk Rikang.




                                         Team Perjalanan, Rikang, Fajar dan Asep

Kedua, tentang kawan sekamar. Dan entah bagaimana pula ceritanya bisa sekamar dengan tiga makhluk bernama Udin, Fikri dan Rianto. Kami mendapati kamar no 2 kamar yang tentunya akan menjadi sejarah, karena kamar inilah yang menurutku menjadi kamar paling digemari peserta lain untuk singgah. Hehe karena diisi oleh orang-orang kece seperti kami. Udin, sering dipanggil cak Udin yang paling sering bangunin shalat Subuh dan yang paling kece lah. Biasanya ke Aula ya bersama anak yang satu ini. Merasa seumuran, walaupun semesterku lebih tinggi tapi merasa tetap sama-sama muda. Hehe. Lain Udin, lain lagi dengan Rianto, Calon guru Geografi ini lebih selow dan tak banyak bicara. Tapi tetap superlah, sebagai penunjuk arah anak-anak menuju WTS. Yang bijak dalam bersikap. Dan yang terakhir adalah hmm temen berkelahi yang paling TOP sebut saja Fikri. Rasanya tak lengkap jika satu malam itu nggak gangguin dia. Yang pasti, jika bersama Fikri pasti ada masalah haha. Rambutnya yang bergelombang menjadi objek kejahilan hehe. Namun jangan salah, Fikri inilah yang paling sering ngebangunin saya tengah malam untuk ngerjain tugas. Tugas kuliah yang harus tetap dikumpulkan tepat waktu walau raga tak ada disana. Maka dari itu harus mengucapkan banyak terimakasih pada Fikri. Juga tentunya Udin dan Rianto.



Teman sekamar : Dimalam puncak menjadi Indonesia, Fikri, Rianto, Udin + Setya numpang foto hhe



Ketiga, tentang kawan satu team Project. Doremi Fest. Kami dipersatukan karena kesamaan nasib, you know lah what i mean :D .Dan karena kesamaan nasib itulah kami menjadi team yang sangat kompak dalam games memasukan botol, Berkali-kali gagal, berkali-kali itu pula bangkit untuk mencobanya kembali. Dan bersama team inilah yang mengajarkan tentang keikhlasan dan perjuangan tanpa henti. Berasal dari 3 pulau, membuat warna Indonesia paling terasa dalam team ini. Ada Martin, Fitri, Ihram dan Tiwi. Martin, ini bocah juga menjadi kawan paling sering beradu argumen, haha. Dari awal sampai akhir kami senasib, mulai dari games strata sosial Rp 188.000 hingga games kopi tetap menjadi warga kelas ekonomi. hehe. Ihram, inilah orang yang paling sering mengingatkan “Yon, jangan lupa senyum “. Orangnya kalem, dan bertugas sebagai ketua team kami. Dan akhirnya, pada hari terakir KEM pun bisa merasakan kembali hujan Bogor kan? Haha. Tiwi dan Fitri hampir setipe, bedanya, jika Fitri ingin lama-lama maka Tiwi ingin semuanya serba cepat. Hehe entah mengapa mereka berdua takut memandang mata saya, sehingga Tiwi pun memberi oleh-oleh kacamata Hitam sebagai kenangan haha. Dua anak ini, menjadikan warna dalam kelompok kami semakin luar biasa.

                                      Kelompok Kece Doremi Fest Ihram, Fitri, Tiwi dan Martin

Keempat, tentang tetangga team kami, Yaitu kelompok 2. Baik sedang rapat, makan, maupun ketika hari presentasi team ini selalu berdekatan. Berisikan Jodi, Ririe, Brita, Ajoi dan Setya. Jodi Periang dan teman narsis bareng. Kalau sudah ketemu kamera, udah lupakan saja dunia. Haha. Yang bikin salut, walaupun masih terbilang muda (Umurnya sama tapi) bisa dibilang paling aktif dikelas. Lalu ada Ririe, atau biasa aku panggil mamih. Kecil-kecil cabe rawit dan yang paling jago ngegombal. Bagi Ririe mungkin tak ada hari tanpa gombal. Haha. Ketiga ada Brita, yang biasa kusapa Mba Brit, nah kalau beliau ini sekaligus teman sharing kelompok, jadi udah sama-sama tahu lah. Teguh pendirian dan wanita superlah.. semnangat mba Brit. Yang ke empat ada Ajoi, pak de Ajoi ini lucu sekali, apalagi sedang ngegombal bareng Riri, keduanya klop dah #ups. Dan yang terakhir adalah terenteng Setya. Awalnya kupanggil nenek, tapi dia menolak mentah-mentah hehe. Paling rajin melahap buku, yang pasti, tak ada hari tanpa membaca buku baginya. Dan saat ini juga sedang punya tugas khusus untuk selalu ingetin saya baca buku. Huaa terimakasih setya. Akan segera ke Solo..:D

                                                Kelompok tetangga Ajoi, Jodi, Brita, Setya, Riri 

Kelima adalah team Minang. Hiaa beranggotakan Uni Suci dan Uda Heru. Kami sekelompok untuk tampil dalam pertunjukan yang ada ditiap sesi, tapi gagal tampil. Padahal sudah latihan lagunya Ayam den lapeh dan Takanang Jo kampuang. Karena satu selera dan sama-sama berdarah Minang walau beda provinsi, jadi klop lah bersama dua orang ini.

Ada juga Naufil alias Pak Haji, hampir sama dengan Setya, beliau ini selalu berbinar-binar jika bertemu dengan buku. Hampir semua jenis bacaan dilahapnya dengan cepat. Konsisten. Ada May yang pendiam juga, teman sebelah kamar ini diam nya bermakna, sama halnya dengan judul esainya. Ada sang juara Bang Reza, yang kalau udah sekali berbicari, sudah lah. Perkataannya berlandaskan teori dan tajam, beliau ini juga mengangkat tema yang berbeda. Seorang pecinta alam yang udah turun naik gunung. Ada juga Hala, yang entah mengapa Fikri yang jelas-jelas semester 5 dipanggilnya kaka, sedangan aku yang semester 7 dipanggil nya Yoni. Beuh, katanya sih karena saya kelihatan lebih muda. yeyeye halahala.
Dan yang pasti, KEM 2013 tak akan semenarik ini, dan mempunyai kisah yang berbeda jika tak ada Ari yang sangat lebih selow dan nggak neko-neko yang bisa menjadi pendengar cerita dan pemberi saran yang baik, dan juga para penggagas club renang yang punya talenta tersendiri, ada Shere yang menginspirasi lewat sanggar anak akar nya, ada kak Alfa yang selalu nyemangatin aku kalau sedang atau berniat ngantuk ketika ada materi, ada beni yang kocak dan super tenang, dan tentunya ada Guster yang hampir mirip Fikri dengan rambut gelombang. Yang paling sering bilang ‘Yon, kamu nggak keganggu kan?’ dengan nada khas nya.
***
 Ya.. Itu semua adalah bagian dari kami yang mungkin saat ini telah terpisah oleh jarak dan waktu. Namun satu yang pasti. Kebersamaan yang pernah terjalin tak akan berhenti sampai disini. Yang pasti, terimakasih banyak kepada teman-teman semua yang telah membantu ku selama proses. Yang menguatkan dikala lemah, dan yang menghiburku kala gelisah. Mungkin tidak hari ini, tapi esok atau nanti kita akan bertemu kembali kawan. Selamat berproses dan menjadi pelopor dalam setiap aksi yang akan kalian lakukan untuk menjadikan Indonesia menjadi benar-benar merasa “Menjadi Indonesia”.