Elviandri

Keluarga kecil yang membesarku


Untuk keluarga kecil yang telah membesarkan hatiku.

Pasti kamu pernah mendengar syair ini :
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
.

Ya, itu adalah sepenggal syair karya taufiq ismail yang berjudul karangan bunga. Namun dalam konteks malam ini, mungkin hampir sama, namun ada yang berbeda.  Anak kecil itu tidak datang bertiga, juga bukan Salemba yang ditujunya pada sore hari. Akan tetapi ia datang seorang sendiri ke sebuah ruangan sudut kampus yang tak terlalu familiar di mata. Di tengah gerimis yang bersenandung irama. Semua berbeda tetapi hanya ada satu yang sama, ia datang dengan langkah malu-malu.

Ya, malu. Malu sejadi-jadinya, dan akan lebih malu lagi jika langkah kakinya akan tetap melangkah melampaui pintu. Entah apa, dan entah mengapa. Biarkan saja waktu yang akan menjawabnya. Karena tak mungkin jua kau tanya pada rumput yang bergoyang bukan? Karena ia mungkin bisa mendengar namun tak akan mungkin menjawabmu.

Hai untukmu keluarga yang telah melengkapi kisahku. Walau kumpulan mozaik ini tak bisa menyatu. Maafkan aku yang tak dapat memenuhi undanganmu di malam yang syahdu.

Hai untukmu keluarga yang telah mengisi hariku. Begitu cepat waktu telah berlalu, dan maafkan aku jika mozaik ini ternyata hanya berhenti sampai disini. Tak terasa sudah setengah tahun lebih berlalu, dan tak dapat kulanjut kisah bersamamu.

Hai untukmu keluarga yang telah berkenan menerimaku. Mohon maaf karena harus lebih cepat meninggalkanmu. Walau ku ingin sebenarnya kamu tahu bahwa aku tak menginginkan hal itu,semoga kamu dapat memahami keadaan ku waktu itu.

Hai untukmu keluarga kecil yang mengobarkan semangatku. Mohon maaf jika dahulu bahkan tak terlintas dalam benakku untuk bahkan hanya meninggalkan satu kata untuk berpamitan secara baik padamu. Dan kuharap kamu bisa memahamiku.

Hai keluarga kecil yang kucintai mu karena Allah. Sungguh maafkan aku, tak dapat merasakan lebih banyak tanggung jawab yang seharusnya kupikul bersamamu.

Hai keluarga kecil yang mewarnai hari singkatku. Walau kemarin dan hari ini kita tak mampu bersama dalam waktu yang lama, semoga Allah mengekalkan kita di JannahNya.

Tetaplah menjadi sumber damainya hati, seperti hujan yang tak pernah ragu menyuburkan tanah.
17 September 2013

Untuk keluarga kecilku : ka adam, ka dayat, ka sarah, ka masruroh, laily, jumadi, nadya, shelly,aulia, ziad, digo