Elviandri

Kamu ! Move On

Bait-bait tulisan Sonya Suci Ramadhani:

‘Entah mengapa, kutatap mentari tak lelah sedikitpun mengukir jejak-jejak panjang di angkasa. beberapa bulan lalu, ia menjarak panjang. kosong, tanpa arti. meskipun segerombolan burung-burung laut berlalu melintasi cakrawala, lalu memekik keras, tak ada yang lain. Hanya sunyi yang terasa.
Semua pekak. Hening tanpa suara. Lalu suara teriakan itu terdengar keras, menghentak terasa. “Tarbiyah Dzatiyyahnya kencengin!”
Ya, suara di balik samudera. Jauh di seberang. Di negeri tanpa wujud, negeri tanpa rupa, negeri tanpa suara. Menatap hari bukan lagi hal membosankan. Kala pagi menyapa, lalu beburung bersiul ringan membuka lembar baru. Menatapnya adalah keindahan, dengan bersama mereka kuat. Bukan dengan sendirian. Lalu ketika senja menyapa, juga hujan yang tiba-tiba turun merengkuh bumi. Menyisakan aroma tanah-tanah basah. Tanah basah, ya, tanah basah. Sama seperti waktu itu, waktu beberapa lembaran buku menemani jemariku.
Ketika jarak bukan lagi penghalang, hanya rabithah yang jadi pengikat..’
Klik!. Gelap!.
Gue melirik ke tumpukan buku islam di sudut kamar. Tarbiyah Dzatiyah, ahh buku itu.. Gue ambil, dan gue buka secara acak.
Sarana Tarbiyah Dzatiyah, salah satunya ada mencari ilmu. Bagaimana caranya? Ikhlas. Lalu tanamkan sikap yang rajin. Kemudian amalkan. Dan terakhir berdakwah.
Jleb!
Gue merasa itu semua simple tapi gue belum melakukan satupun. Bahkan langkah awal, ikhlas. Ikhlaaas.. Selama ini gue cuma mengejar sesuatu yang ada di dunia. Di mana urusan akhirat yang biasa gue prioritaskan? Gue jadi teringat kata kakak kelas gue, “Jangan sampai terjebak pada paradigma kesibukan yang dibuat oleh dirimu sendiri.” Maaf ka, aku terjebak..

Entahlah, cukup lama rasanya saya mengeja tiap kata dan dapat saya simpulkan bahwa saya sangat suka tiap bait yang tersaji dalam tulisan di atas, sederhana namun bermakna. Entah karena sama halnya dengan yang terjadi atau entahlah, tapi ada satu hal yang selalu teringat dari murobbi terakhirku :Kalau sudah tidak ada lagi yang menjadi pemimpin dan membawamu ke jalan yang baik, ya kamulah yang harus menjadi pemimpin itu. Kamu ! bukan dia atau mereka ! 

Untuk kamu yang sedang sendirian berjuang di jalan ini, ayoo bangkittttt. Ada Allah yang bersamamu.
Jangan biarkan mimpimu gugur meranggas