Elviandri

Menerjang Rindu antara Seoul-Kerinci



Ku buka jendela kamar, menghela nafas panjang bersyukur atas nikmat Allah sehingga aku berada di negeri Ginseng Korea ini.World Congress yang ku ikuti telah berakhir, dan hari ini aku harus meninggalkan Korea.

Sebelum berangkat, aku pamit pada ketiga teman sekamar selama mengikuti ajang ini. Mereka adalah Allan Pach Hia dari Cebu, China, Saian Sadat dari Bangladeh serta Ahmad Yassed Al kahtani dari Mesir.Walaupun agak terkendala dengan bahasa, namun seminggu bersama rasanya sudah cukup jauh lebih dekat antara satu sama lain.

Bus melaju kencang melewati daerah perbukitan duksung. Juga melewati ibu kota seoul. Aku bersama mba Desty  dan Ninis menempati kursi paling belakang. Kami bertiga satu-satunya delegasi dari Institut Pertanian Bogor  yang bertanding dalam  ajang congress dunia ini.Tentunya momen langka ini tak akan dilewatkan begitu saja. 

Semuanya serba indah, namun perjalanan 4 jam dalam bus ini terasa belum cukup untuk menikmati segalanya. Kami telah sampai di Bandara Internasional Incheon, berpisah dengan seluruh team dari penjuru dunia. Korean Air Lines telah mendarat, kami pun bergegas memasukinya. Menikmati 7 jam perjalanan menuju Indonesia. 

**** Bersambung Lebih lengkapnya... silakan temukan buku ini di toko buku terdekat

Salam Hangat
Yoni Elviandri Ar-rajid