Elviandri

Kerinci di langit Korea


Selamat sore semuanya..
Dibulan Ramadhan ini izinkan aku berbagi cerita.  Sedikit saja, karena sudah terlalu lama tak membiarkan jemari menari di atas keyboard, dan biarkanlah saat ini ia meliuk sesuai irama. Terimakasih untuk kalian yang telah singgah dan membaca.
Ini adalah tulisan tentang perjalanan kami pada bulan ramadhan tahun lalu. Sudah saat lama saya niatkan, namun baru sekarang tersampaikan juga untuk menulis. Semoga Allah kelak menjadikan saya sebagai seorang penulis Travel-Writer yang bermanfaat baik dunia dan akhirat. Amin ya Allah. semoga menginspirasi..

SUMMER IN KOREA ! 

Tepat 8 Agustus 2012 

perjalanan ini kami mulai. Kami, ya tentu, karena aku tak berjalan seorang diri, ada Mba Desty Dwi Sulistyowati dan juga Agnisaa Dwi Handayani yang menjadi kawan seperjalanan.  Ini bukan untuk yang pertama ke Soetta, tapi akan menjadi yang pertama berada di terminal 2D.  :D
Sesuatu yang pertama tentu saja mempunyai kenangan manis yang lebih jauh dari yang kedua ataupun ketiga, sama halnya ketika kamu punya pasangan, pasti yang pertama akan selalu “ada” di hati. Yeahhh haha.
Dan apalagi perjalanan ini di bulan ramadhan , jadi akan ada banyak hal tentunya akan menjadi yang pertama.

Singkat cerita, ini pun yang pertama  menaiki maskapai bernama Korean Airlines, jangan tanya berapa ongkos pesawat ataupun dari mana sponsor yang kami dapatkan. (Banyak ditanya teman2) karena memang ini semua gratisss... Alhamdulillah lah kami menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia untuk mengikuti world congress dari PBB. Yang semuanya serba  gratissss..
Mendarat di Incheon airport dan tentunya jangan tanya bagaimana ia dengan soetta, karena kamu pasti akan tahu bagaimana bedanya setelah berada disini. (ayoo niatkan)

 Sesampainya disini, (baca; Incheon) kami disambut oleh wanita wanitaberbaju putih dengan celana (maaf) diatas lutut,  jadilah ini suatu cobaan mata di bulan ramadhan. Setiap mereka memegang papan nama bertuliskan nama-nama negara, dan kami langsung menghampiri yang bertuliskan INDONESIA. Perjalanan berlanjut menuju Duksung, menikmati riang goyang dedaunan musim panas yang berucap lirih “selamat datang wahai sang pejuang mimpi”

9- Agustus 2012

Sahur pertama dengan hanya roti dan segelas air putih.  Terbangun dari tempat tidur asrama duksung yang tentunya jauh lebih bagus dari kamar kosan. Membuka jendela yang kebutulan menghadap ke arah jalan, bersih sekali, udara pagi yang sangat syahdu. Aku berada di kamar lantai 2, terpisah dengan beberapa team Indonesia lainnya di team satu. Oh ya, dari Indonesia kami ada lebih kurang 9 team, 2 dari IPB, 2 dari UGM dan 5 dari UI. Cukup banyak sama halnya dengan team dari Malaysia. Tapi insyaAllah dari Indonesia lebih keren, karena diisi oleh 5 pria ganteng sedangkan Malaysia hanya 1. Hehe

Pagi ini kami sudah berjanji dengan Yu jin kim dan Sally untuk campus tour, mengenali kampus duksung lebih dekat. Pergi ke sugut kota terdekat, dan tentunya mengenal Korea lebih dekat. Kedua wanita ini adalah LO untuk team kami, mereka berdua sangat baik dan fasih berbahasa inggris, karena sama halnya dengan Jepang, warga korea juga hanya segelintir saja yang pandi berbahasa inggris.

Sorenya, kami langsung dibawa untuk mengikuti seleksi festival budaya, di hananuri hall. Jangan salah isinya ceweeek semua boo, tapi akhirnya dapat bernafas lega karena ada peserta pria juga yang masuk dari Ghana. Huaa. Oh yaa ini adalah kongress wanita, namun jangan salah, juga ada peserta pria dari tiap negara karena ketentuannya setiap satu team berisi 2 wanita dan 1 pria.. 

Dengan memakai baju adat jambi kami memulai seleksi dan tentunya gemeteaaaar cuyy.. musikalisai puisi atau lebih tepatnya puisi musikalisasi itulah konsep kami yang tak ada peserta dari negara lain yang melakukannya. Ckck malam beranjak dan saatnya buka puasa...

Dan disinilah yang mungkin harus menjadi salah satu poin plus dari acara ini, walau sebagian besar peserta adalah dari negara non muslim namun pihak panitia sangat toleran dengan menghormati adanya bulan ramadhan untuk muslim. Salah satunya adalah dengan penyajian hidangan buka puasa khusus dbagi muslim, yang tentunya lebih banyak berasal dari Indonesia, malaysia, dan bebeapa dari pakistan dan bangladesh.  Walau akhirnya memang harus menelan kenyataan gak bisa ikut dinner yang waktunya lebih cepat dari maghrib  dan breakfast karena kita sedang berpuasa. Namun apapun itu, ibadah kepada Allah adalah yang paling utama kawan.

10 Agustus 2012
Masih bersama guide tercinta kami, bersama untuk mengikuti opening ceremony yang (selalu) membosankan sehingga disebelah saya pun ada yang ternyata tertidur hahah. Sambutan demi sambutan terlewati dan pulanglah kami ke asrama, setengah hari duduk bukanlah hal yang enak. Bergegas untuk persiapan poster session..Selamat malam duksung.
11 Agustus 2012
Ini adalah untuk pertama kalinya saya bermain bola kaki lagi setelah lulus SMP, jangan tanya pas kuliah, SMA saja sudah tidak pernah karena lapangan di desa saya telah berubah fungsi menjadi SMA.  Namun satu yang mengingatkan ku pada desa halaman tercinta Desa Sungai Tutung kerinci adalah, permainan antar etnis dan negara ini hanya dengan telanjang kaki alias nyeker. Sama halnya dengan waktu aku masih kecil dahulu. Haaa rindu serindunya..
Aku dan Allan Quinanola teman sebelah kamar yang berasal dari Fliphina tergabung dalam satu team. Bersama Farrukh dari Tajikistan dan juga dua orang lagi dari Korea dan Ghana yang aku lupa namanya. Berakhir dengan kemenangan untuk kami , bangga tentu saja, namun yang pasti langit Korea pun telah mencatat sejarah bahwa seorang anak kampung dari bukit barisan Kerinci akhir nya bisa main bola di dan berlari di atas tanahnya :D
Setelah itu akhirnya kami mencuri kesempatan untuk pergi ke pasar dimana disanalah pusat peradaban berada, bersama sally taksi pun dibayar (masih ingat banget yang gratisaan hehe) meikmati jantung kota dan meliuk-liuk merasakan auranya. Kami juga bertemu dengan beberapa mahasiswi asal Indonesia yang bersekolah disana, hal ini terlihat dari wajahnya yag sangat menyakinkan bahw mereka juga orang INDONESIA.
Selepas itu bergegas mengejar waktu untuk poster session dan buka puasa tentunya...
12 Agustus 2012
Adalah hari dimana untuk pertama kalinya presentasi dihadapan bukan orang Indonesia. Sekali lagi untuk yang PERTAMA. Dan tentunya akan merasa sangat kcanduan hehehe.Inilah sesi Partnerhip Competiton, dimana kami berhasil masuk kedalam jajaran 5 Besar bersama kontestan dari negara lain. Berada di kategori Human Life mempresentasikan tentang kelompok wanita tani cibungbulang yang dua bulan sebelumnya kamisangat rajin kesini.
Setelah dag dig dug saatnya refreshing dengan acara mengenali budaya korea, kami diajak ke sudut kampus untuk bermain permainan tradisional korea dan juga icip makanannya. Namun lagi-lagi karena puasa, haruslah makanan nya dimasukan kedalam kantong untuk bekal berbuka. Langit korea sangat cerah, secerah ramadhan tahun ini yang insyaAllah akan sangat bermakna, sesampainya di asrama, aku tertidur pulas di player room sebuah kamar khusus di lantai satu yang disiapkan untuk muslim yang ingin beribadah.  Dan akhirnyaaaa, yaahhh sahur pun terlewatkan. -_-
13 Agustus 2012
Ini adalah hari yang ditunggu namun juga hari yang dihindari, saatnya perpisahan. Di ruang aula yang cukup besar dan dengan tiket masuk yang pemeriksaannya cukup ketat, jadilah kami berada di kursi deretan pojok paling kanan. Turut hadir dalam acara Ban kii moon sekjend PBB mencapaikan berpuluh-puluh kata, walau tidak dapat berfoto langsung ( ya iyalaahh wong penjagaan sangat ketat) tapi tak apa, setidaknya anak kampung dari pedalaman jauh dari kota Jambi ini bisa secara langsung melihat wajah si sekjen PBB ini.
Dan terengtenggg.. saattnya pengumuman pemenang partnership competition dan juga poster, dan duaaaaaarrrrrrrrr.  Ayamurasaki team from Indonesia.... Sontak kaget gak nyangka, tapi alhamdulillah atas seizin Allah akhirnya memperoleh predikat juara ke-2 . juara pertama jatuh kepada team dari Malaysia sedangkan ketiga adalah team dari Vietnam. Walaupun tak jadi yang pertama setidaknya juara ke-2 bahkan hanya masuk 5 besar saja sungguh syukur alhamdulillah diantara ribuan peserta lainnya dari 33 negara di Asia dan Afrika.
Setelah berbahagia saatnya sedikit gemetar kembali, karena acara penutup akan diisi dengan penampilan budaya dari tiap negara, dan kami salah satu dari Indonesia berkesempatan untuk menaiki podium ini untuk yang kedua kalinya setelah penerimaan hadiah hehe.
Dengan busana berwarna merah menyala, kami siap sigap gembira, mba desty dan ninis akan menari rentak kudo yaitu tarian asli asal Kerinci dengan sedikit modifikasi gerakan sedangkan aku huawwww, membacakan sebuah puisi asal Jambi dengan 4 bahasa, tentunya dengan bantuan penerjemah bahasa Korea dari Yu jin kim dan Sally.
Demi Allah yang maha pemberi rezeky, ini adalah panggung Internasional pertama yang bisa di jejaki, mimpi untuk menjadi penulis maupun penyair seperti layaknya Taufiq Ismail masih sangat kuidamkan. Berharap ramadhan kali ini Allah akan memudahkan setiap langkah dan cita-cita kita.
Puisi ohhh... inilah hidupku. Bukan melankolis, tapi inilah hidup yang tak semua orang dapat merasakannya.
Malam makin merangkak, dan perpisahan pun terjadi, diiringi lagu tradisional Korea Arirang dan bintang tamu Shinee. Acara resmi ditutup, baru, baru sebentar rasanya, namun apalah hendak dikata. Malam inipun untuk yang terakhir bertemu sally dan yu jin kim, tak lupa kami berfoto ria dengan  kado hadiah masing-masing. Sallyy, Yu jin kim.. i miss youu... :P
14 Agustus 2012
Hari ini tak adalagi wanita yang akan mengutuk pintu kamar pagi-pagi (baca: yu jin ) dan aku pun sudah menyiapkan strategi dengan meminta tolong ke bang febri di lantai bawah untuk membangunkan ku di kala Sahur datang.
Rombongan terpisah, karena kehabisan kuota mba desty dan ninis fieldtrip berbeda dengan aku. Aku mendapatkan jatah DMZ tour yaitu wisata sejarah korea selatan untuk menggunjungi area perbatasan di Korea Utara. Untungnya ada bang febri dan juga ka asharin dari UGM yang juga terpisah dari temannya,, sehingga jadilah kami bertiga dari Indonesia satu bus.
Menikmati jalanan kota di korea yang tertata rapi, menuju daerah perbatasan Korut, karena sedang musum panas maka tak heran kami haus namun tetaplah berpuasa jadi kewajiban,hehe termasuk saat makan siang di restoran yang cukup elit dan katanya bisa menikmati sepuasnya, kami pun hanya foto-foto makanannya saja sebagai kenangan hahhaa.
Dalam rombongan inipun akubersama Joni atau nama aslinya Chotong  Chantavilay dari Laos serta Mehak khalil dari Pakistan meringkih-ringkih kepanasan karena ternyata sebagian nya  mesti jalan kaki euy..
Jadilah hari ini, pemuda kampung asal Kerinci ini pun bisa melihat fakta yang memang terjadi, saudara yang terpisahkan oleh ideologi korea utara dan korea selatan harus saling mengobat rindu bahwa ternyata mereka adalah saudara yang memang telah terpisahkan oleh jeruji besi yang katanya telah banyak merenggut nyawa ini.  (lihat foto)
Apapun yang terjadi harus tetap cinta Indonesia, jangan sampai terpecah belah dengan keragamannya yang cukup banyak ini. dan malam inipun adalah yang terakhir di Duksung Korea, esok pagi kami akan terbang kembali menuju Indonesia. Negara tercinta yang kucintai lebih dari apapun, namun bersama bang Pebri dan kak Asharin kami masih sempat merasakan hujan di korea . Hujan malam terakhir bersama gerimis sayirnya, entah karena sedih akan kami tinggalkan namun inilah yang terjadi, butir tiap butir nya terhempas jatuh ke tanah menjalar untuk selanjutnya memberi kehidupan bagi makhluk Nya. Kami titipkan salam untuk semua kenangan yang pernah berjejak disini duhai malam.
15 Agustus 2012
Tepat ketika dua hari menjelang Indonesia merayakan kemerdekaannya, kami kembali ke peraduan tanah pertiwi, melintasi langit Korea dan cukuplah semua menjadi saksi dan cukuplah semua menjadi bukti. Dengan izin Allah pemuda kampung yang bergelar facebook sang pejuang mimpi

Dimana dahulunya sering diejek dan di maki ini bisa sedikit gila dengan mimpinya dan akhirnya menjadi gila jika tidak berbuat dan dan bermanfaat apa-apa bagi Indonesia. Diatas langit Korea, kulihat wajah ibu, ayah dan juga semua sanak saudara di kampung halaman Kerinci tercinta telah menanti untuk pulang. Juga mereka yang tak pernah henti berdoa bagi kelancaran kami walaupun tak bersebut nama disini. Indonesia terimakasih atas harum namamu, medali kedua ini bukanlah apa-apa bagimu, dan tetap ajarkan kami untuk bisa berbuat lebih banyak lagi untukmu.








And Allah has made the earth as carpet, that you may go about therein in spacious road (The Holy Al Qur`an 71: 19-20)
Salam rindu untuk sanak saudara di Kerinci ...