Elviandri

Baju Koko Untuk Ayah (Sayembara Cerita Mini Internasional)


Alhamdulillah atas seizin Allah, cerpen ini menjadi juara pertama dalam sayembara Cerita Mini Internasional Yaman dan ini persembahan terindah untuk ayah.

Sekilas



Suara adzan telah menggema dari surau yang terletak di ujung desa. Gerimis pagi cukup mesra membuat orang-orang sekitar masih terbuai manja dalam peraduan mimpinya. Dari rumah yang berdinding kayu ini, aku menyelinap bak seorang pencuri kecil yang sedang tergopoh-gopoh melarikan diri. Dengan sarung biru yang kuleletkan di pinggang, aku melangkah pelan-pelan. Tak akan kubiarkan bunyi langkah ku ini membuat segala rencanaku gagal. 

“ Mau kemana Ari?”. Suara ayah cukup mengejutkan dan membuatku panik seketika.
“Ah ti..tidak yah, mau ke belakang. meletakan  cucian” jawabku terbata-bata.
“ Hmm ketahuan bohong nih, Mana cuciannya?” tanya ayah lagi.
“Ahh..hmm” Aku tak tahu harus menjawab apa lagi. Pastilah kebohongan hari ini terbongkar sudah. Aku takut sekaligus malu. Bukan karena takut ayah kan memarahiku, sungguh bukan. Karena tak pernah sekalipun amarah keluar dari dirinya, aku takut karena kebohongan ini entah yang keberapa kalinya aku lakukan. Aku takut jika nanti ditanya malaikat tentang semua kebohongan ini.

*** Bersambung Tulisan Lengkapnya silakan temukan di toko buku terdekat yaa