Elviandri

Segarang Harimau Sumatera aku masih Ingin Mengembara


                              
Kawan,hari ini aku kembali mengembara. Masih kah kalian ingin mendengar aku bercerita?
Memang Tak terlalu jauh , hanya di Gedung Graha Widya Wisuda. Tempat penyambutan dan pelepasan calon sarjana. Hari ini, aku menemukan bongkahan semangat yang telah sebulan ini menghilang. Yang telah lenyap tanpa kabar. Aku menemukannya pas hari ini,Desember. Seperti tema bulan ini yang ku tempel di kamar “BERPRESTASI MENJEMPUT SURGA”. Ya, memang benar. Bulan ini kuisi dengan banyak kajian di berbagai tempat, dengan berbagai latar belakang orang. banyak orang yang baru ku kenal.aku bahagia.kenapa? karena aku bersyukur dapat belajar dimana saja kawan.
Setiap pagi dan malam aku mengembara. Pengembaraan spiritual untuk memperkaya wawasan. Karena aku ingin terus belajar. Aku berharap semua ilmu yang ku dapat dapat menghantarkanku ke surga.
Aku juga ingin berprestasi. Tak ingin hanya sebagai penonton yang pasif. Yang hanya dapat melihat  orang-orang berkarya dengan ilmunya. Bahagia dengan pencapaian nya. Aku juga bisa, karena aku masih tetap hidup untuk berkarya mengaung segarang harimau Sumatera. Berprestasi? Ya. Tentu aku bisa.
Siang ini,ketika hari terus merangkak menjemput senja. Disini,diantara jejeran kursi, seolah aku sedang melihat ibu dan ayah ku yang sedang tersenyum manis  melihatku dari sana. Jauh di pinggir pulau sumatera. Namun mereka terasa sangat lah dekat Senyum mereka terpancar,senyum kebahagiaan karena telah lama sekali mereka tak melihat anaknya ini dapat berdiri di atas panggung,di depan banyak orang dengan sebuah penghargaan.
Aku anak desa kawan,anak kampung yang mengembara di kota hujan.  Anak lembah bukit barisan yang rata-rata setamat SMA akan menjadi tukang ojek atau pengangguran.  Namun aku tak mau sama kawan. Karena aku punya mimpi yang akan tetap menyala ,aku mengemban mimpi teman-temanku yang tak dapat merasakan bagaimanakah hidup di Jawa. Bergaul dengan sejuta jiwa di seluruh pelosok nusantara.
Adakah kau tahu kawan? Mungkin bagimu ini sepele atau berlebihan. Namun tidak bagi kami yang punya mimpi,karena kami tahu semua ini adalah karunia Allah. Disini aku masih berdiri,bersama mimpi mereka yang membuatku menjadi tangguh setangguh tangguhnya manusia. Segarang harimau Sumatera,selama-lamanya.
                                                              ***
Kawan ...
Hari ini sungguh tak terduga, kisahku menjadi salah satu yang terfavorit dari banyak kisah inspiratif bidik misi yang ada. Bahagia? Wajar. Siapakah yang tidak bahagia karena ini masih tentang mimpi kawan. Dari dulu aku sudah pernah bercerita bukan? Aku ingin menjadi penulis bukan seorang arsitel lanskap. Menulis apapun yang dapat ku tulis. Layaknya pak Taufiq Ismail dan kahlil Gibran.
Dan apa kalian tahu kawan? Aku sama sekali tak mengharap untuk menang. Yang kuharap hanya satu, ceritaku dapat diterbitkan dan dibaca orang. Cukup itu saja. Karena janji dari pihak rektoratlah yang akan membukukan semua kisah, aku bersemangat tanpa henti untuk menulis. Satu malam, Ya. Benar satu malam saja kuhabiskan untuk  menuangkan kisah ini ke layar putih. Karena aku masih belajar, aku hendak menerima segala kritikan.
Ketika TPB Tepatnya kuliah kewirausahaan dosen bertanya tentang mimpiku, ketika semua berkata tentang menteri,kadep ini kadep itulah,hanya aku yang nyeleneh dengan mantap menjawab PENULIS. Cukup 7 huruf tidak lebih dan kurang, karena telah berujar maka sekarang aku pun harus membuktikan pada semua kawan sikuters A23 A24 kelas TPB. 
Dari sini kujelajah dunia hingga sampai di batas cakrawala’
Alhamdulillah ..Ini semua untuk orang-orang tercinta yang selalu mendukung kemana kaki ini hendak melangkah.
Puji syukur dan terimakasih yang tak terhingga tentu saja ku panjatkan kehadirat Allah yang esa. Karena beliau lah hari ini aku diberi kesempatan untuk mencicipi panggung utama.
Yang telah sekian lama tak kurasa. Bukan hendak menjadi banci panggung, tapi aku ingin membuat ibu bahagia.sungguh hanya itu. Tidak lebay atau apapun namanya. Karena inilah fakta.ketika SMA disetiap menjadi Juara kelas aku selalu gagal menjadi juara umum. Selalu kalah sedikit saja nilai untuk menjadi yang pertama.namun tak apa,  mereka tak pernah memaksa toh niatku untuk ibu,ayah dan semua yang tercinta bahagia.  Bahagia .cukup itu saja. Karena ku tak ingin lelah mereka sia-sia.
Rasa terimakasih ingin ku ucapkan juga pada orang-orang  dan para sahabat yang terus  memaksa ku untuk berkarya.
-Teman SMAN4 sungai Penuh terspecial sahabat ku dan para guru IPA 2.Nisa,Yori,Deki,andes,Weki,echa,yopi..dan semua yang tak dapat tersebut nama. Masih ingat mimpi-mimpi kita kawan?
-Murobbi ku yang tak pernah berhenti mengingatkanku agar seimbang dunia akhirat
-Teman sekamar  Muhammad Ihsan Harahap ,sang  yang terus memaksaku untuk belajar. yang telah  menjadi editor yang menjelaskan dimana seharusnya titik koma diletakkan,dimana huruf besar. Ahh terimakasih kawan.
-Landscapers IPB 47 yang telah menjadi banyak inspirasi,dan satu-satunya alasan yang membuat saya betah di departemen ini.dengan segala cerita nya.
-metalika,hepi,rama,irham,ibnu,teman-teman PK,Ulfa,mba desty , adik2 laskar 9 MPKMB,Lukman,rama,putri,maulana,faris,keluargaku IMKB bogor,ka den,ka lan,ka nor ,fadhil ,izi dan semuanya... semoga di balas ALLAH di surga amin.
Kawan.malam telah menjelang..pengembaraan cukup sampai disini ya. Izinkan aku hendak memejamkan mata beberapa saat . SEMANGAT  LUAR BIASA DAHSYAT.  
JANGAN PERNAH BERHENTI MENULIS